Nama kitab Konghucu yang menjadi rujukan ajaran agama Khonghucu adalah Si Shu dan Wu Jing. Dalam penggunaan resmi di Indonesia, agama ini lazim disebut Khonghucu, sedangkan pencarian internet juga banyak memakai kata Konghucu. Si Shu dan Wu Jing bukan judul satu buku tunggal, melainkan dua kelompok teks suci yang memuat ajaran, catatan, dan dasar pembelajaran dalam tradisi Khonghucu.
Nama Kitab Konghucu
Si Shu berarti Empat Kitab, sedangkan Wu Jing berarti Lima Kitab Klasik. Penyebutan “kitab suci Konghucu” karena itu perlu dipahami sebagai kumpulan kitab, bukan satu naskah dengan satu judul.
Si Shu mencakup Daxue atau Kitab Ajaran Besar, Zhongyong atau Kitab Tengah Sempurna, Lunyu atau Sabda Suci, serta Mengzi. Wu Jing mencakup Shijing, Shujing, Yijing, Liji, dan Chunqiu.
Kedudukan dan Fungsinya dalam Ajaran Khonghucu
Si Shu dan Wu Jing menjadi rujukan untuk mempelajari pembinaan diri, kebajikan, tata hubungan keluarga, tanggung jawab sosial, serta perilaku dalam masyarakat. Teks-teks ini membantu pembaca memahami ajaran Khonghucu melalui pembelajaran dan penafsiran yang terarah.
Setiap umat tidak harus membaca seluruh kitab dengan cara atau tingkat kedalaman yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama, pembinaan keagamaan, dan pengajaran di lingkungan umat dapat memilih bagian yang sesuai dengan usia, kebutuhan pembelajaran, atau tema yang dibahas.
Istilah yang Perlu Dibedakan
| Istilah | Kedudukan | Catatan singkat |
|---|---|---|
| Si Shu | Kelompok Empat Kitab | Berisi Daxue, Zhongyong, Lunyu, dan Mengzi. |
| Wu Jing | Kelompok Lima Kitab Klasik | Berisi lima teks klasik yang menjadi rujukan tradisi Khonghucu. |
| Kongzi | Tokoh utama Khonghucu | Kongzi bukan nama tunggal untuk seluruh kitab suci. |
Kongzi dihormati sebagai tokoh utama dalam tradisi Khonghucu. Namun, menyebut seluruh kitab suci hanya sebagai “kitab Kongzi” kurang tepat karena Si Shu dan Wu Jing terdiri atas berbagai teks dengan latar serta bentuk yang berbeda.
Kitab Khonghucu juga perlu dibedakan dari teks Buddhisme, Taoisme, kepercayaan rakyat Tionghoa, maupun adat keluarga. Sebuah tradisi yang dilakukan sebagian masyarakat Tionghoa tidak otomatis bersumber dari Si Shu dan Wu Jing.
FAQ
Apa nama kitab suci agama Konghucu?
Kitab suci agama Konghucu dikenal sebagai Si Shu dan Wu Jing, yaitu dua kelompok kitab dalam tradisi Khonghucu.
Apakah Si Shu dan Wu Jing merupakan satu kitab?
Bukan. Si Shu adalah kelompok Empat Kitab, sedangkan Wu Jing adalah kelompok Lima Kitab Klasik.
Apakah semua tradisi Tionghoa berasal dari kitab Konghucu?
Tidak. Adat keluarga, budaya Tionghoa, kepercayaan rakyat, Buddhisme, dan Taoisme memiliki tradisi masing-masing yang tidak otomatis menjadi ajaran agama Khonghucu.