Umat Konghucu beribadah di rumah untuk doa harian dan di tempat ibadah untuk kebaktian bersama. Di rumah, ibadah biasanya dilakukan di depan altar leluhur secara sederhana. Untuk ibadah bersama, umat datang ke litang, MAKIN, atau klenteng yang melayani umat Khonghucu.
Di Mana Umat Konghucu Beribadah
Pusat ibadah harian banyak umat berada di rumah. Altar keluarga dipakai untuk menghormati leluhur dan mengingatkan bakti kepada orang tua.
Untuk kebaktian bersama, umat berkumpul di litang atau gedung kebaktian yang dikelola Majelis Agama Khonghucu Indonesia. Sebagian umat juga beribadah di klenteng, terutama bila klenteng tersebut memang menjadi pusat kegiatan umat Khonghucu di daerah itu.
Praktiknya tidak seragam. Tata cara bisa berbeda menurut kebiasaan keluarga, pengurus tempat ibadah, dan jenis upacara yang dilakukan.
Tujuan dan Makna Ibadah dalam Khonghucu
Ibadah dalam Khonghucu berkaitan dengan membina diri, menegakkan bakti, serta memelihara hubungan dengan Tian dan leluhur. Kata Tian dipahami sebagai Tuhan dalam ajaran Khonghucu.
Sembahyang juga berfungsi sebagai pengingat etika. Umat diajak jujur, hormat kepada orang tua, rukun dalam keluarga, dan bertanggung jawab dalam pekerjaan.
- Unsur agama: doa, penghormatan kepada Tian, dan pembinaan moral.
- Unsur tradisi keluarga: penghormatan leluhur dan tata cara warisan orang tua.
- Unsur budaya Tionghoa: bahasa, pakaian, hiasan, dan kebiasaan setempat.
Bentuk Kegiatan dan Perlengkapan Ibadah
Bentuk ibadah yang umum meliputi sembahyang, doa syukur, permohonan, serta penghormatan kepada leluhur. Isinya sering berupa tekad memperbaiki diri, bukan sekadar meminta sesuatu.
- Sembahyang harian di rumah dengan sikap hormat dan khusyuk.
- Kebaktian bersama dengan susunan acara dari pengurus tempat ibadah.
- Pelajaran ajaran, ceramah, dan pembinaan budi pekerti.
- Upacara pada hari besar dan peringatan keluarga.
Perlengkapan ibadah dapat berupa altar, lilin, dupa, bunga, buah, atau persembahan lain menurut kebiasaan setempat. Jumlah, urutan, dan tata letaknya tidak perlu diseragamkan karena setiap komunitas mempunyai kebiasaan sendiri.
Perbedaan Praktik yang Perlu Dipahami
- Perbedaan tempat ibadah dapat memengaruhi susunan kebaktian dan bahasa pengantar.
- Perbedaan wilayah dan keluarga memengaruhi tata cara penghormatan leluhur.
- Klenteng sering menampung lebih dari satu tradisi, sehingga tidak semua altar dan ritual di dalamnya berarti ajaran Khonghucu.
- Umat dari latar keluarga berbeda dapat memakai cara sembahyang yang berbeda tanpa mengurangi keyakinannya.
Cara terbaik menyikapi perbedaan itu ialah mengikuti tata cara tuan rumah ibadah. Pengunjung cukup bersikap tenang, sopan, dan tidak menilai praktik orang lain.
FAQ
Apakah umat Konghucu beribadah setiap hari?
Banyak umat berdoa atau bersembahyang secara sederhana di rumah, sedangkan kebaktian bersama biasanya diadakan pada jadwal tertentu.
Apakah umat Konghucu beribadah harus ke klenteng?
Tidak harus, karena umat dapat beribadah di rumah serta mengikuti kebaktian di litang atau tempat ibadah Khonghucu terdekat.